Identitas visual adalah bagian yang langsung terlihat saat seseorang mengenal sebuah brand. Dari warna, logo, sampai gaya desain yang digunakan, semuanya ikut membentuk kesan awal. Dalam banyak kasus, orang bisa mengenali brand hanya dari tampilannya, bahkan tanpa membaca namanya.
Masalahnya, tidak semua brand punya tampilan yang konsisten. Kadang warna berubah-ubah, gaya desain berbeda di tiap media, atau logo digunakan tanpa aturan yang jelas. Hal seperti ini bisa membuat brand terlihat kurang terarah.
Karena itu, identitas visual perlu disusun dengan jelas sejak awal. Setiap elemen harus saling terhubung agar tampilannya tetap seragam, baik digunakan di media digital maupun cetak. Dengan begitu, brand akan lebih mudah dikenali dan terlihat lebih rapi.
Cara Membuat Identitas Visual dari Nol (Step-by-Step)
Membuat identitas visual dari nol perlu dilakukan secara bertahap agar hasilnya tidak berubah-ubah di tengah jalan. Setiap langkah saling berkaitan, jadi kalau dilewati begitu saja, arah desain bisa jadi kurang jelas.
Dengan mengikuti urutan yang tepat, prosesnya jadi lebih terarah. Mulai dari memahami karakter brand, menentukan warna, sampai menyusun aturan penggunaannya, semuanya perlu dipikirkan sejak awal.
Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti untuk membangun identitas visual yang lebih konsisten:
1. Tentukan Karakter dan Nilai Brand
Langkah pertama adalah memahami bagaimana brand ingin ditampilkan, apakah mengarah ke kesan santai, profesional, atau modern. Penentuan karakter ini penting karena akan menjadi dasar dalam membangun identitas visual, mulai dari pemilihan warna, tipografi, hingga gaya desain secara keseluruhan. Dengan arah yang jelas, brand akan lebih mudah dikenali dan terasa konsisten di berbagai media.
Selain itu, nilai utama yang ingin dibawa brand juga harus ditentukan sejak awal, misalnya menonjolkan kualitas, kecepatan layanan, atau kepercayaan. Nilai ini nantinya akan memengaruhi cara brand berkomunikasi dan tampil secara visual. Jika kedua aspek ini sudah jelas, maka arah desain akan lebih terarah dan mampu merepresentasikan brand dengan kuat serta relevan bagi audiens.
2. Kenali Target Audiens
Setiap target audiens memiliki preferensi yang berbeda, sehingga pendekatan desain tidak bisa disamaratakan. Misalnya, desain untuk anak muda umumnya lebih berani dalam penggunaan warna, tipografi, dan elemen visual yang ekspresif, sedangkan untuk kalangan profesional cenderung mengarah pada tampilan yang lebih sederhana, rapi, dan terstruktur agar terlihat kredibel.
Oleh karena itu, memahami siapa yang dituju menjadi langkah penting sebelum menentukan arah desain. Dengan mengetahui karakter, kebiasaan, dan ekspektasi audiens, desain dapat disesuaikan agar terasa lebih relevan, tepat sasaran, serta mampu menyampaikan pesan brand secara efektif tanpa terkesan melenceng.
3. Riset Kompetitor
Melihat brand lain di bidang yang sama bisa memberikan gambaran tentang tren desain yang sedang berkembang, mulai dari gaya visual, pemilihan warna, hingga cara mereka menyampaikan pesan. Dari situ, bisa diketahui elemen mana yang sudah terlalu umum digunakan dan mana yang masih memiliki ruang untuk dieksplorasi.
Namun, tujuan utamanya bukan untuk meniru, melainkan sebagai bahan pembanding agar brand tidak terlihat seragam. Dengan memahami pola yang ada, desain bisa diarahkan untuk tetap relevan mengikuti tren, tetapi tetap memiliki ciri khas yang membedakan dan lebih mudah diingat oleh audiens.
4. Buat Moodboard Referensi
Moodboard berfungsi sebagai alat untuk mengumpulkan berbagai referensi visual dalam satu tempat, mulai dari kombinasi warna, pilihan font, bentuk, hingga gaya desain yang sesuai dengan karakter brand. Dari sini, arah visual jadi lebih mudah dipahami karena semua elemen sudah dirangkum dalam satu gambaran yang utuh.
Dengan adanya moodboard, proses desain menjadi lebih terarah dan tidak asal coba-coba. Selain itu, moodboard juga membantu menjaga konsistensi, karena sejak awal sudah ada acuan yang jelas sebelum masuk ke tahap pembuatan desain.
5. Desain Logo Awal
Logo merupakan elemen utama yang paling sering digunakan dalam berbagai kebutuhan brand, sehingga proses pembuatannya perlu dipikirkan secara matang. Sebaiknya buat beberapa versi awal sebagai eksplorasi, lalu bandingkan untuk melihat mana yang paling sesuai dengan karakter dan nilai brand yang ingin ditampilkan.
Selain itu, penting untuk memastikan logo tetap terlihat jelas dan terbaca saat digunakan dalam berbagai ukuran maupun media. Logo yang baik harus tetap kuat baik dalam ukuran kecil, seperti favicon atau watermark, maupun saat diaplikasikan di media besar tanpa kehilangan identitas visualnya.
6. Tentukan Warna dan Font
Pemilihan warna harus mempertimbangkan aspek visual sekaligus konsistensi. Gunakan satu warna utama sebagai identitas, lalu tambahkan beberapa warna pendukung agar tampilan tetap hidup tanpa terlihat berantakan. Kombinasi yang tepat akan membantu brand lebih mudah dikenali dan terlihat profesional di berbagai media.
Untuk font, pilih jenis yang mudah dibaca dan selaras dengan karakter brand. Hindari penggunaan terlalu banyak jenis font karena justru membuat tampilan terlihat tidak rapi. Cukup gunakan satu hingga dua jenis font agar desain tetap konsisten, nyaman dilihat, dan memiliki hierarki yang jelas.
7. Buat Panduan Brand (Brand Guidelines)
Untuk menjaga semua elemen tetap konsisten, diperlukan panduan penggunaan yang jelas. Panduan ini biasanya mencakup aturan penggunaan logo, warna, font, hingga pengaturan jarak antar elemen, sehingga setiap penerapan desain tetap mengikuti standar yang sama.
Dengan adanya panduan tersebut, tampilan brand akan tetap seragam meskipun digunakan di berbagai media. Hal ini membantu menjaga identitas brand tetap kuat, mudah dikenali, dan terlihat profesional dalam jangka panjang.
Identitas visual yang sudah tersusun dengan rapi akan lebih mudah diterapkan ke berbagai media, baik digital maupun cetak. Dengan tampilan yang konsisten, brand jadi lebih mudah dikenali dan terlihat lebih terarah dalam setiap penggunaannya.
Untuk kebutuhan cetak seperti lanyard, sekarang tidak perlu dibuat rumit. Tinggal kirim desain yang sesuai dengan identitas brand, lalu langsung terapkan ke produk yang siap digunakan.
Talitali menyediakan layanan cetak lanyard perusahaan satuan dengan pilihan produk ready stok yang bisa langsung dipilih. Semua produk juga siap dikirim ke seluruh Indonesia, jadi kebutuhan lanyard bisa segera digunakan tanpa harus menunggu lama.
Yuk, kirim desainnya sekarang dan sesuaikan dengan brand yang sedang dibangun.


